Era digitalisasi juga berpotensi memberikan peningkatan tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada 2025. Kurang lebih 17 juta pemilik dan karyawan berbisnis daring, 9 juta pekerja pendukung industri UMKM seperti bidang produksi dan pemasaran, 250 ribu pekerja logistik, 100 ribu pekerja platform e-tailing.
“Diharapkan dengan mampu menyesuaikan kemampuan di bidang teknologi, akan mendorong tren pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
Jamhadi memprediksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2019 ialah 5,3 persen dan 2020 pertumbuhannya diprediksi 5,3 persen-5,6 persen. Sedangkan inflasi pada 2019 ditaksir di angka 3,5 persen, 2020 sebanyak 2,0 persen sampai 4,0 persen.
“Saat ini dua perubahan besar sedang terjadi, perubahan demografi dan teknologi,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya ini.
Untuk menyiapkan kebutuhan kompetensi SDM di era industri 4.0 dan ekonomi digital, ditetapkan strategi perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi antara lain reformasi kelembagaan, pengembangan standar kompetensi, pembakuan mekanisme pemagangan dan pendanaan.
Pernyataan tersebut pernah disampaikah Jamhadi selaku Direktur Kadin Institute dibawah kepemimpinan Ketum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattaliti saat menajdi narasumber dalam Seminar Nasional Final LKTIN dengan tema “Bonus Demografi, Peluang atau Ancaman” yang digelar di Graha Wiyata lantai 9, Gedung Untag 45 Surabaya, Rabu, 27 November 2019.
Selain Jamhadi, narasumber lainnya ialah Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi dan Komisioner KPI Pusat Hardly Stefano dengan moderator Kapodri Magister Kebijakan Publik Untag 45 Surabaya Bambang Kusbandrijo.

