Cara untuk mengatasi serangan cyber tidaklah 100% efektif. Maka dari itu, yang perlu dilakukan adalah membuat strategi yang meliputi respon terhadap serangan yang berhasil terjangkit ransomware. Langkah ini dilakukan bukan karena Anda mengakui kekalahan, tetapi agar bisa melihat masalah secara pragmatis. Salah satu langkah yang dapat membantu membangun keamanan cyber pada bisnis, yakni dengan mengikuti pelatihan dari organisasi seperti Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST), dan Badan Keamanan Infrastruktur Cyber Security (CISA). Dari Agensi ini, Anda akan diberikan pengetahuan tentang bagaimana membuat kerangka kerja yang memungkinkan Anda untuk merancang dan merespon serangan seperti ransomware dengan cara yang terstruktur. Selain itu, layanan jasa ini dapat membantu dalam mengurangi seluruh risiko yang ada dan pemulihan yang lebih cepat apabila terjebak dalam serangan tersebut. Namun, tujuan akhir dari mengikuti kegitan itu adalah untuk melatih pengetahuan Anda tentang keamanan data. Nantinya Anda akan lebih memahami Taktik, Teknik, dan Prosedur (TTP) yang dapat digunakan perusahaan Anda. Sehingga mampu memprediksi serangan yang terjadi pada perusahaan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Serangan Ransomware?
Cara untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan untuk menyelidiki masalah tersebut. Bahkan, Anda akan dapat bernegosiasi dengan pelaku penyerang jika memang diperlukan ke depannya. Akan tetapi, secara umum Anda diharuskan melakukan langkah-langkah berikut ini apabila terjadi serangan ransomware.
- Segera hubungi tim support Anda, dan lakukan tindakan triase pada sistem yang terkena dampak untuk segera dapat dipulihkan
- Tentukan sistem bagian mana saja yang terkena dampak dan segera lakukan isolasi
- Jangan melakukan perubahan apapun pada sistem selama masa pemulihan, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengumpulkan bukti adanya serangan nantinya
- Catat integritas dari sistem cadangan yang ada untuk menentukan apakah data telah terpengaruhi karena serangan malware ataupun ransomware
- Kemudian, beri tahu tim hukum Anda apa yang telah terjadi agar dapat segera dilakukan tindakan berikutnya jika diperlukan nantinya
- Beritahu manajemen dan pemimpin senior melalui pembaruan rutin saat situasi sedang berkembang
Apakah Anda Harus Membayar Tebusan?
Saat terjadi serangan ransomware, Anda tidak harus bergegas membayar tebusan. Hal ini karena tidak adanya jaminan bahwa pelaku penyerangan mempunyai alat enskripsi yang masih berfungsi meskipun Anda telah membayar tebusan. Dengan membayar tebusan itu pula tidak menjamin Anda akan terbebas menjadi sasaran atau korban berikutnya. Cara FBI untuk mengatakan bahwa mereka tidak mendukung pembayaran uang tebusan atas serangan ransomware. Membayar uang tebusan tidak menjamin Anda atau perusahaan mendapatkan kembali data-data yang dicuri. Selain itu, hal ini dapat mendorong pelaku untuk membuat target mereka menjadi lebih banyak lagi dan mereka dapat menawarkan intensif pada orang lain untuk ikut terlibat membantu dalam kegiatan illegal semacamnya. Karena pada kenyataannya, masih banyak organisasi atau perusahaan yang belum siap ketika menghadapi serangan seperti ransomware ini. Di mana pelaku penyerangan dapat mengubah sesuatu yang ‘tidak mungkin’ menjadi ‘mungkin’ saat cadangan disusupi oleh penjahat, dan berisiko hilangnya data penting perusahaan. Inilah kenapa ahli keamanan menekankan perlu adanya persiapan untuk menurunkan risiko korban harus membayar uang tebusan.
Baca Juga : Info Jadwal Praktikum Genap 2022/2023

